Beauty shaming 2.0

YOU DON’T HAVE TO BE PRETTY LIKE HER, YOU CAN BE PRETTY LIKE: YOU

ANONYMOUS

Kita gak pernah bisa memilih bisa lahir dengan tampilan seperti apa.

Kita gak pernah bisa request hal-hal yang tidak bisa kita kontrol, seperti: ras, figur tubuh, bentuk — mata, hidung, mulut, dagu, rahang, leher, jenis rambut — tekstur dan warnanya, warna kulit, jenis kulit, dan terlahir dari rahim siapa kita ke dunia.

Pernah gak sih kalian berpikir untuk merubah apa yang sudah kalian miliki? kalo gw sih ‘All the time’. I wish I could, I wish I was, I wish I wish lainnya ternyata berakar dari ketidakpuasan kita, terutama perempuan, terhadap hal-hal yang gw yakin kita gak pernah disodori request checklist oleh Tuhan sebelum akhirnya lahir dan harus struggle di dunia.

Gw menulis atas dasar kegelisahan gw.

Ups. lo juga?

Cerita sedikit pengalaman gw yang jarang banget gw bahas saking peliknya. Gw pernah nangis sesenggukan cuma gara-gara dianggap ‘gak badai’ sama seorang teman. Gw gak ngerti motivasi mulut dia apa ngomong demikian. Well, buat lo yang gak tau, badai itu bisa diartikan sebagai istilah gaul dimana seseorang dianggap modis, gaul, cantik, sexy, dan segala objektivitas yang seseorang bisa sematkan dari tampilan luar seorang perempuan.

Flashback 2012

“Mut, lo alumni SMA 70?”

“Iya”

“Beneran? gw kira lo ngaku-ngaku 70 tau. Soalnya lo gak badai gitu”

Kira-kira lo bisa nebak gak yang ngomong cewek atau cowok? kalo tebakan lo adalah cowok, lo salah besar. Ungkapan itu muncul dari mulut seorang cewek. Iya, perempuan. *Jleb*

Rasanya kok sakit hati ya dijudge sama sesama perempuan.

Saat itu gw spontan nangis. Dan dia ga ngerasa salah sama sekali atas omongan cadas yang terucap dari mulut nyinyirnya. Jujur, gw emang gak suka pake pakaian terbuka (buat yang nyuruh gw jangan pake rok pendek, please, otak lo aja yang mesum. Itu selutut atau dibawahnya seenggaknya). Gw juga saat itu jarang banget dandan yang effort, rambut gw di-style yang penting rapi, dan style berpakaian gw dari dulu emang oldschool/ vintage. Yah, kalo gw ngaku-ngaku bernama ‘Susi’ dan bilang gw datang dari masa lalu atau gw sebenarnya teman SMA nyokap lo, kayaknya lo bakal percaya.

Beberapa hari kemudian setelahnya, heboh muncul akun @unsoedcantik di instagram. Saat itu belum marak account-account serupa. Gw lumayan kaget pas atau gw muncul di postingan mereka.

‘Muthia Kamal Putri dan Deborah Oriona Vega – Kedokteran Unsoed’

Masih segar diingatan gw, si admin yang tuannya gak jelas ini ngambil foto gw sama temen gw dari facebook. Bayangin. F A C E B O O K. Ga jelas siapa eksekutornya. Kejadian tersebut kebetulan terjadi pas liburan semester.

Setelah liburan usai, kita ngumpul di dekanat buat urus UKT dan pengambilan SKS. Gw pikir insiden tag @unsoedcantik itu gak bakal santer di kalangan temen-temen gw yang bahkan nama FB nya aja masih alay (maafkan aku, aku tau kalian sekarang sudah insyaf). Gak nyangka ternyata celetukan, “Eh mut, kamu masuk unsoedcantik , ya?” akhirnya muncul juga dan sampai beberapa kali di telinga gw. Jujur, gw gak begitu tersanjung.

Gw justru insecure.

Gimana kalau orang lain ga sependapat dengan claim itu? gimana kalo dia yang kemarin nyinyir sama gw ngeliat, terus mencibir? gimana kalo sebenarnya, gw gak pantes? WOW, WOW, hold on. Never knew a single random post could ever make me question about my value, meanwhile, for other people it might be an ass true validation. Gw mulai bisa bernapas lega karena ternyata gak ada selentingan buruk saat itu.

Kenapa ya gw bisa tumbuh se-insecure ini? padahal validasi manusia itu datang layaknya masalah di hidup, they come and go, even without warning. Lo dipuji orang, lo dikatain orang. Kita gak pernah tau tadinya mana yang bagus dan mana yang jelek di mata society sampai akhirnya pengalaman-pengalaman hidup individu itu yang mebentuk persepsi seseorang, tentang apa yang dianggap menarik, bahkan tentang persepsi diri: gw cantik atau gak cantik. Konyol memang. Ini sekaligus menjawab fenomena tentang GTGC dan GTGG di masyarakat.

GTGC : Gue Tau Gw Cantik

GTGG: Gw Tau Gw Ganteng

Seseorang mengclaim dirinya cantik atau ganteng atau biasa awam menyebutnya ‘sadar cantik dan sadar ganteng’, pastinya sudah mengumpulkan pundi -pundi pujian di memori hidupnya. Ego booster, as the saying goes. Ego tersebut berasal dari validasi-validasi yang kolektif jadi satu, sehingga muncul konklusi: “Oke, ternyata gw cantik/ ganteng”.

Ironis dan konyol memang. Gw cuma mau membeberkan opini dari realita serta observasi gw selama 20 tahunan hidup di dunia. Padahal opini manusia itu ga pernah satu opsi, semua itu subjektif dan masing-masing individu punya perpektif yang beda-beda tentang makna cantik atau ganteng sesungguhnya. Anyone can appear as darn attractive to someone, meanwhile for the orthers, they can be listed as plain AF. Dan tentu pemikiran orang lain itulah yang gak bisa dikendalikan.

Menurut lembaga satupersen, sebenarnya gak ada satu pun dari kita yang lahir dengan rasa gak pede atau insecure. Rasa insecure tersebut terjadi karena pengalaman-pengalaman masa kecil yang terpupuk dan terbawa hingga dewasa. Contoh aja nih, temen gw, dia cantik, tinggi, badannya proporsional, tapi karena masa kecilnya dia gemuk banget dan semacam developed some trauma from retrograde events, dia jadi sensitive banget dan auto diet kalo ada yang nyeletuk, “Eh, pipi lo chubby-an ya?” atau yang lebih frontal “Lo gendutan ya?”

Maybe your mind is wondering right now?

Am I enough already?

Insecurities might beat you up all these time.

When this disease called insecurities kicked in,

Allow this to remain at the front of your mind as your journey to find your strength: no matter what, you will always be worthy.

“Decide on wether you want to be liked for your appearance or loved for wholly you are”

CHIDERA EGGERUE

And yes, some of us have people pleaser tendencies, and If this simply results in wanting to create a sense of balance around you, It’s not problem. It’s okay If you want to leave a good impression, but it’s also okay to believe you are WORTHY of other people making the same effort to impress YOU.

Fuck off standarts.

Maybe this evening I was chosen to be the one to tell you,

You, who are reading this passages;

“You are Beautiful, You are Kind, You are smart, you are Loved”

YOU ARE A LIVING STORY: an important combination of your anchestor genes, bones, and soul.

A quotation coming from Britt Nicole.

Leave a Reply