How to Prevent Athlete’s Foot (Tinea Pedis)

Athlete’s Foot (Tinea Pedis)

Athlete’s foot atau tinea pedis merupakan infeksi jamur pada kulit kaki, terutama pada sela-sela jari kaki dan telapak kaki. Dikenal pula dengan istilah kutu air / kurap kaki.

Lantas, apa penyebab Athlete’s Foot?

Paling sering disebabkan oleh infeksi jamur dari kelompok dermatophytes, yaitu:

  1. Tricophyton rubrum
  2. Tricophyton interdigitale
  3. Epidermophyton floccosum

Siapa saja yang dapat terkena Athlete’s Foot?:

  • Athlete’s Foot dapat menyerang semua golongan usia maupun jenis kelamin.
  • Namun, penyakit ini lebih mudah dialami oleh orang dengan kondisi sistem imun yang lemah (penderita diabetes mellitus, HIV-AIDS)

Berikut beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami Athlete’s Foot:

  1. Tinggal di daerah padat penduduk dan beriklim panas.
  2. Melakukan aktivitas di tempat umum (kolam renang umum / kaamr mandi umum) tanpa menggunakan alas kaki.
  3. Kondisi kaki sering berkeringat.
  4. Menggunakan sepatu terlalu ketat, jarang mengganti kaus kaki.
  5. Luka pada kulit kaki.
  6. Sering bertukar barang pribadi dengan penderita Athlete’s Foot.

Tanda dan Gejala Athlete’s Foot:

  • Tinea Pedis: Tinea Interdigitalis (basah)
    • Terutama mengenai sela jari kaki 4 dan 5 (paling sempit dan lembab)
    • Kulit putih dan rapuh (maserasi)
    • Tampak fisura dilingkari sisik halus dan tipis
  • Tinea Pedis: Tinea Interdigitalis (kering)
    • Kulit sela jari kaki tampak kemerahan dan bersisik
  • Tinea Pedis: Moccasin Foot
    • Mengenai telapak, tepi dan punggung kaki
    • Kulit kaki menebal dan bersisik, eritema ringan
    • Pada tepi lesi dapat terlihat papul dan vesikel
  • Tinea Pedis: Tipe Bulosa
    • Tampak vesikel, pustul dan bula
    • Bila benjolan berisi cairan pecah, akan meninggalkan sisik berbentuk lingkaran (koleret)

Apa yang dapat dilakukan untuk mencegah Athlete’s Foot?

Berikut hal-hal yang sebaiknya dilakukan untuk mencegah Athlete’s Foot:

  • Rutin mencuci kaki dengan air dan sabun, lalu keringkan dengan handuk terutama di sela-sela jari kaki yang sering terlewat.
  • Gunakan handuk bersih serta rutin mencuci handuk secara teratur.
  • Rutin mengganti sepatu dan kaus kaki sesering mungkin, agar kaki dalam keadaan bersih dan kering.
  • Gunakan kasus kaki dengan bahan kain yang dapat menyerap keringat.
  • Gunakan sepatu / sandal yang nyaman, usahakan memakai alas kaki yang tidak tertutup ketika kaki masih basah.

Apa yang dapat dilakukan untuk mencegah Athlete’s Foot?

Berikut hal-hal yang sebaiknya dihindari untuk mencegah Athlete’s Foot:

  • Tidak berbagi penggunaan barang pribadi (misal sepatu, handuk, kaus kaki) dengan orang lain.
  • Tidak bertelanjang kaki saat beraktivitas di luar ruangan / fasilitas umum.
  • Tidak menggunakan alas kaki yang ketat, gunakan sesuai ukuran kaki.
  • Hindari penggunaan alas kaki berbahan karet, karena cenderung lembab dan tidak menyerap keringat.
  • Hindari menggaruk kulit yang terkena infeksi jamur untuk mencegah penyebaran infeksi jamur ke lokasi tubuh lainnya.

Leave a Reply