Praktik Perawatan Rambut pada Perempuan Pengguna Hijab

Di Indonesia, sebagian besar perempuan
menggunakan hijab. Saat ini, sekitar 75% perempuan
Muslim di Indonesia mengenakan hijab. Hijab
merupakan istilah dalam bahasa Arab yang digunakan
untuk menggambarkan penutup kepala yang dikenakan
oleh banyak perempuan Muslim. Bahan dasar hijab
sangat beragam, antara lain katun, sutra, wolfis, paris,
dan berbagai bahan lainnya. Rambut rontok yang
berkaitan dengan penggunaan hijab merupakan fenomena yang sering ditemukan.

Masalah Rambut yang Umum pada Perempuan Pengguna Hijab

Pada beberapa kasus, hijab yang dikenakan terlalu
ketat dapat menimbulkan tarikan terus-menerus pada kulit
kepala, terutama di garis rambut bagian depan dan
terkadang bagian belakang kepala. Tarikan kronis ini dapat
menyebabkan traction alopecia, yaitu kerontokan rambut
yang terjadi secara bertahap disertai kemunduran garis
rambut.

Kondisi ini dapat semakin diperberat oleh gaya rambut yang digunakan di bawah hijab. Banyak perempuan mengikat rambut dengan kuncir, sanggul, atau kepang yang memberikan tekanan tambahan pada akar rambut.

Bagaimana Cara Mencegahnya?

  1. Memahami bagaimana penggunaan hijab dapat berkontribusi terhadap kerontokan rambut. Pada tahap awal, kerontokan masih dapat kembali normal (reversibel).
  2. Pertimbangkan untuk mengenakan hijab dengan lebih longgar namun tetap menutup rambut, sehingga tekanan pada kulit kepala berkurang.
  3. Menggunakan variasi gaya pemakaian hijab untuk mengurangi tarikan pada area tertentu.
  4. Mengubah gaya rambut yang digunakan di bawah hijab.
  5. Pada waktu tertentu yang diperbolehkan, lepaskan hijab agar rambut dan kulit kepala mendapat waktu istirahat dari tarikan.
  6. Gunakan bahan alami seperti katun yang lebih lembut bagi rambut. Jika menggunakan bahan sintetis, disarankan memakai inner berbahan katun.
  7. Hindari kebiasaan “wash and wrap” (langsung menutup rambut saat masih basah), karena rambut basah lebih mudah rusak akibat gesekan mekanis.
  8. Ganti dan cuci inner hijab secara rutin, serta pastikan sudah benar-benar kering sebelum digunakan kembali.
  9. Suplemen tertentu, terutama vitamin D dan zinc, telah diteliti memiliki peran dalam membantu terapi kerontokan rambut.
  10. Biotin (vitamin B7 atau vitamin H) merupakan vitamin larut air yang berperan dalam metabolisme lemak dan protein serta penting bagi kesehatan rambut. Biotin dapat ditemukan pada daging, telur, ikan, biji-bijian, dan ubi jalar.
  11. Sisir rambut secara perlahan menggunakan sisir bergigi jarang.
  12. Hindari mencuci rambut setiap hari karena dapat menghilangkan minyak alami rambut sehingga menjadi kering dan rapuh.
  13. Air dingin dapat membantu menutup sementara pori-pori kulit kepala dan merapikan batang rambut sehingga rambut lebih kuat menempel pada kulit kepala dan membantu mengurangi kerontokan.
  14. Konsultasikan dengan Dokter Spesialis Dermatologi Venerologi dan Estetika (DVE) apabila tidak terdapat perbaikan dalam beberapa bulan.

Kesimpulan:

Kekhawatiran terhadap kerontokan rambut merupakan hal yang umum pada perempuan pengguna hijab. Hijab itu sendiri tidak secara langsung menyebabkan kerontokan rambut, namun kebiasaan dan cara penggunaan hijab dapat berkontribusi terhadap terjadinya kerontokan berlebih.

Referensi:

  • L. Xu, K. X. Liu, M. M. Senna. A practical approach to the diagnosis and management of hair loss in children and adolescents. Frontiers in Medicine. 2017.
  • V. Billero, M. Miteva. Traction alopecia: The root of the problem. Clinical, Cosmetic and Investigational Dermatology. 2018.
  • C. Akingbola, J. Vyas. Traction alopecia: A neglected entity in 2017. Indian J.
    Dermatology, Venereol, Leprol. 2017.
  • C. Thiedike. Alopecia in Women. Am Fam Physician. 2003;67(5):1007-1014.
  • D. N. Doshi, M. L. Blyumin, A. B. Kimball. Cutaneous manifestations of thyroid disease. Clin. Dermatol. 2008.
  • E. Carmina, et al. Female Pattern Hair Loss and Androgen Excess: A Report from the Multidisciplinary Androgen Excess and PCOS Committee. Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism. 2019.
  • K.G. Thompson, N. Kim. Dietary supplements in dermatology: A review of the evidence for zinc, biotin, vitamin D, nicotinamide, and Polypodium. Journal of the American Academy of Dermatology. 2020.
  • Shareef SJ, Rehman R, Seale L, Mohammad TF, and Fahs F. Hijab and hair loss: a cross-sectional analysis of information on YouTube. Int J Dermatol. 2022.
  • Yarza HN, Ritonga RF, Elvianasti M, Kurnia LM, Suci AR. STUDY CASE WOMEN HAIR WITH HIJAB. International Conference of Education on Science, Technology, Engineering, and Mathematics (ICE-STEM). 2020.
  • Desilver D. World’s Muslim population more widespread than you might think. [Internet]: Pew Research Center; 2013 June 7 [cited 2023 August 19].
    http://www.pewresearch.org/facttank/2013/06/07/worlds-muslim population-more widespread-than-you-might-think/
  • Malhotra YK, Kanwar AJ. Traction alopecia among Libyan women. Arch Dermatol. 1980;116(9):987.
  • Shah SK. Traction alopecia. In: Silverberg NB et al., editors. Pediatric Skin of Color. New York:Springer; 2015. p. 137–40.

Leave a Reply