To do and not to do: Being a Moderator and Speaker!

GDay Dopamine Seekers!

Mungkin ada beberapa yang belum tau saya/aku/gue/abdi/kulo siapa, izinkan diriku buat perkenalan dulu. Namaku dr Anindita Prasidha Parameswari, tapi bisa dipanggil nindi aja yaa for shortened, dari Dermapamine Contributors Vol 2. Diriku lulusan Universitas Yarsi, angkatan 2012 (iya udah lama).

For todays topic, gue mau bahas mengenai TO DO AND NOT TO DO ketika menjadi pembicara atau moderator secara general.

Mungkin banyak dari kalian udah pada pernah lah ya (atau sering) nonton seminar baik online maupun offline, baik scientific meeting atau seminar awam. Tapi, mungkin ngga banyak dari kalian (kali aja ini mah, asumsi doang. no judge. ampun) ada yang udah pernah jadi pembicara/narasumber atau moderator.

Trus tiba-tiba lo ditunjuk untuk tampil didepan umum menjadi pembicara atau moderator di sebuah acara.

Trus lo bingung mau nanya atau minta masukan ke siapa

Dan lo hilang arah.

……..

Slo. disini gue mau kasih tips to do or not what to do ketika menjadi pembicara atau moderator. Sebenernya ini tips dari seseorang yang pernah aja sih, bukan ahli juga. Soalnya ketika gue ditunjuk dulu, jujurly bingung mau nanya ke siapa harus minta masukan ke siapa (curhat tipis) that’s why ku ingin berbagi ke klean di postingan setelah ini.

Simak bener-bener. Ambil kira-kira baiknya. Yaaa semoga guna ya.

Leave a Reply