TIPSY TIPS: HOW TO COPE UP WITH MASKNE WHEN YOU ARE A FRONTLINE WORKER?

Aloha, Dopamine Seekers! The pandemic requires us to wear masks regularly and for longer periods of time in some cases, in our case: those times when we are battling the disease-shortcomings at the frontline basis. While we’re covering up our mouths and noses to stop the spread of COVID-19, some of us are uncovering a new problem — maskne, or mask-related acne. Maskne — the most common kind of which is acne mechanica, is the realest pain in our face as a healthcare workers. Find out more how to cope up with those surprise-little-zits on this Tipsy Tips Episode!

Gak kerasa ya (ga deng, kerasa) kita –sebagai tenaga medis, udah melewati satu tahun penuh menghadapi pandemi COVID-19. Selama setahun penuh itulah kita berjibaku menjadi frontliners (garda depan) dan setahun penuh terakhir ini kita habiskan dengan pakai PPE (Personal Protective Equipment) atau dalam Bahasa Indonesia lebih dikenal dengan APD (Alat Pelindung Diri). Suka dan duka kita lewati, mulai dari kelangkaan APD sampai punya banyak banget model APD. Berbagai macam keluhan kulit akibat penggunaan APD jangka panjang kerap terjadi , antara lain:

  • Dermatosis Akibat Kerja
  • Dermatitis Kontak Alergi (DKI)
  • Dermatitis Kontak Urtikaria
  • Pigmentasi
  • Luka Tekan (Pressure Injuries) pada hidung
  • Erosi kulit akibat friksi (gesekan).

lastly, yang paling relatable dengan kita semua:

MASKNE!

(n.) abbv. Mask Acne

Sebuah fenomena kelainan kulit berupa Akne Vulgaris atau jerawat/pimple/zit yang terjadi akibat penggunaan masker. Jerawat yang terbentuk di area yang tertutup oleh masker, seperti dagu, hidung, atau pipi bagian bawah

Wearing a face mask is an important way to lessen the spread of the coronavirus that causes COVID-19. As the pandemic continues, mau ga mau, kami yakin banyak dari nakes yang punya problematika sama akibatnya. Maskne, yang tadinya cuma satu, in a flip of a shift, bisa multiply jadi multiple.  Mau lepas masker, malu. Pake masker, jadi tambah keroyokan jerawatnya. Sabar, ya! 🙁

Who is more likely to get skin problems from wearing a face mask?

Ternyata, ada kelompok tertentu yang lebih rentan terkena maskne. Pantes aja beberapa sejawat gak merasakan keluhan serupa, kan?

Seorang dermatologist asal John Hopkins University, Anna Chien, M.D., menyatakan kelompok orang yang paling rentan terdampak maskne tersebut adalah orang-orang yang memang sudah memiliki riwayat masalah kulit (skin issues) sebelumnya.

Seperti:

  • Atopic dermatitis (Eczema)
  • Hipersensitivitas terhadap
  • Alergi
  • Rosacea
  • Acne

This painful phenomenon occured since God Knows When.

Dari pada menggerutu, apalagi sampe ogah pake masker, kita sama-sama belajar yuk Tips Pencegahan dan Penanganan Maskne!

FAKTANYA

Banyak masker yang beredar di masyarakat sebelum dipasarkan di-disinfeksi terlebih dahulu dengan formadehyde. Kalo kamu alergi, bisa banget terjadi acne-flare up/ breakout.

Hati-hati juga terhadap penggunaan detergen yang mengandung pewangi ketika mencuci masker kain.

TIPS:

pakai nonprofessional face masks berbahan cotton ataupolyester (it’s just polyester *nyanyi) di bawah KN95/ N95. those type of fabrics are kinder to sensitive skin.

FAKTANYA

Minyak nasal mucus, saliva, serta keringat dari masker campur aduk memapari wajahmu. Gak ada rekomendasi yang pasti pada topik BERAPA JAM SEKALI atau KAPAN BAIKNYA kita mengganti masker.

TIPS

There is no set time, nor recommended number of masks you should use each day. It all depends on what you are doing.

FAKTANYA

Gak ada yang merhatiin banget kamu pake make up kalo kamu pake masker 🙂 *Ouch

TIPS

If you know you’ll be spending time with a mask on, consider taking a break from unnecessary cosmetics. Hiatus dulu, yuk, dari makeup yang menyebabkan pori-pori kulit tersumbat seperti: foundie, tinted-moisturizer, BB cream, cushion cream, bedak, blush.

another tips: masih bisa banget pake makeup mata sederhana!

LASTLY,

Jangan skip double cleansing, ya! Usahakan pakai regimen yang un-scented. Kamu juga bisa jugakan petroleum jelly sebagai pelembab topikal agar terhindar dari maskne.

Resources:

https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/coronavirus/coronavirus-tips-to-avoid-maskne-skin-irritation
https://www.ouh.nhs.uk/working-for-us/staff/covid-staff-faqs-masks.aspx

Webinar SATGAS PERDOSKI “Efek Samping pada Kulit akibat Penggunaan APD”

Leave a Reply