Yuk, Cegah Terbentuknya Bopeng Akibat Jerawat dengan Laser!

Menurut Alexiades, seorang dermatologis sekaligus peneliti di bidang laser, perawatan laser terhadap bopeng akibat jerawat terbagi menjadi dua jenis, laser ablatif dan non-ablatif. Laser ablatif merupakan jenis laser dengan kemampuan mengikis lapisan kulit terluar (epidermis) seperti pengelupasan yang kemudian merangsang pertumbuhan jaringan baru sedangkan non-ablatif merupakan laser yang menyingkirkan lapisan kulit tanpa merusak jaringan, dengan prinsip peremajaan kulit dengan memberbaiki jaringan kulit lebih dalam (dermis). Di antara beragam teknologi laser yang ada, laser fraksional non ablatif (Er: YAG 1550), laser fraksional ablatif CO2 serta laser Erbium: YAG (Er:YAG), serta perangkat radiofrekuensi fraksional lah yang dianggap paling sukses dalam mencegah bopeng akibat jerawat. Studi kasus di USA membuktikan seorang pasien dengan jerawat kistik yang sedang meradang diterapi dengan Er: YAG laser selama 10 bulan menunjukkan perbaikan. [2, 17, 19]

Sebuah laporan kasus di Korea menunjukkan laser Nd:YAG efektif mengobati jerawat yang meradang pada pasien gadis usia 19 tahun. Laser non-ablatif Nd: YAG terbukti efektif mengatasi jerawat derajat sedang hingga berat. Selain dapat digunakan sebagai modalitas tunggal, laser juga terbukti efektif menangani jerawat jika dikombinasi dengan modalitas terapi lain. Kombinasi terapi 5-Aminolevulinic acid Photodynamic Therapy(ALA-PDT) dengan laser Er: YAG fraksional terbukti dapat mengurangi peradangan dan memperbaiki tampilan umum jerawat derajat berat dan membantu mencegah pembentukan skar atau bopeng akibat jerawat. [12, 24]

 (A dan C) Sebelum mendapat terapi laser Nd: YAG. (B dan D) Setelah diterapi 2 sesi terapi laser Nd: YAG setiap bulan selama 6 bulan. 


Leave a Reply